Thursday, March 8, 2018

Gaya Hidup Seimbang ala Para Eksekutif Muda Jakarta


TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak cara gaya hidup yang dijalankan para eksekutif muda di Jakarta di luar bersosialisasi yang juga digunakan para eksekutif muda. Mereka pun melakukan beberapa kegiatan ini untuk jenuh akibat pekerjaan. Salah satunya adalah memiliki hobi. Head of Government Relation Shopee, Radityo Triatmojo, memiliki hobi menunggang sepeda motor. Ia mengaku memiliki motor Harley Davidson dan Moto Guzzi. Situs Judi Online

Hobi ini digelutinya selama dua tahun terakhir, dan akhir pekan ini dia beserta komunitasnya akan melakukan touring ke Bali. Sebelumnya, ia pernah ikut touring ke Puncak, Bogor, dan Garut. "Karena lokasi rumah sama kantor yang paling pas pakai motor," katanya.

Radit juga gemar berburu seragam klub sepak bola lokal jika sedang bepergian ke luar kota. Ia memulai hobi ini sejak 2008. Salah satu koleksi berharganya adalah seragam yang dipakai pemain tim nasional Francis Wewengkang di Piala Asia 1996. Ada juga seragam sejumlah pemain timnas di Piala Tiger 2004.

Lalu, ia juga gemar berburu piringan hitam, yang dimulainya sejak 2003. Ia rajin berburu di Jalan Surabaya, Taman Puring, dan Blok M. Sampai saat ini sudah 400-an piringan hitam dimilikinya. Ia melihat koleksinya sebagai harta berharga yang tak akan dijual ke orang lain. "Saya punya piringan hitam Herbie Hancock yang ada tanda tangannya dia," ujar Radityo.

Radityo juga gemar berolahraga, seperti basket dan sepak bola. Hal ini karena ia menyenangi olahraga yang dimainkan secara tim. Ia berolahraga dua-tiga kali dalam sepekan, semuanya disesuaikan dengan jadwal pekerjaannya.

Senada dengan Radityo, Senior Associate Ernst and Young, Daniel Noveryan, mengungkapkan bahwa dirinya juga sering berolahraga demi menjaga badan agar tidak mudah sakit di tengah kesibukan bekerja. Olahraga yang ia pilih adalah kalistenik dan lari. Hal ini rutin dilakukannya tiga-empat kali sepekan. "Ini bisa dilakukan sendiri di mana saja dan kapan saja."

Ryan memiliki koleksi di audio. Ia mengoleksi sejumlah headphone, earphone, dan digital audio player. Hobi ini digelutinya karena ia suka mendengarkan musik. Bahkan ia mengakui, ketika bekerja pun ia melakukannya sambil mendengarkan musik.

Ryan mengaku sudah memiliki dua digital audio player merek Sandisk dan Kyo. Sedangkan earphone, ia punya dari merek Audio Technica dan Radius. Untuk hobinya ini, ia mengaku sudah mengeluarkan uang di atas Rp 10 juta. "Di musik itu format file-nya beda, kualitas beda. Begitu juga player-nya, ada beda kualitas."

Di Indonesia, Ryan mengimbuhkan, sudah cukup banyak toko spesialis yang menjual barang-barang untuk hobi seperti ini. Misalnya saja di Senayan Trade Center. "Ada toko spesialis di sini, tidak besar, tapi ada pasarnya."

Communication Manager Instagram Asia-Pacific, Putri Silalahi, mengatakan hobinya adalah menulis cerita. Hobi ini sudah ditekuninya sejak duduk di sekolah dasar. Awalnya, cerita-cerita itu ditulisnya di buku tulis. Ketika hobi itu diketahui ayahnya, Putri diarahkan untuk masuk ke jurusan komunikasi.

Putri mengungkapkan, hobinya tidak membutuhkan biaya apa pun. Terlebih, dengan perkembangan teknologi dan Internet, mudah bagi dirinya untuk menulis di mana saja dan kapan saja. Belum lagi aplikasi gratis seperti Wattpad juga memungkinkan orang mempublikasikan karya dan menemukan pembaca dari seluruh dunia.

Menurut Putri, manfaat yang didapat dari menjalankan hobinya ini banyak sekali. Sebagai orang yang bekerja di bidang komunikasi, menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan darinya. Dan ia merasa, jika pekerjaannya bisa dilihat sebagai hobi, maka akan lebih mudah untuk dijalani.

Sedangkan bagi Radityo, hobinya berfungsi sebagai penghilang kebosanan dalam bekerja. Setiap pekerjaan diakuinya memiliki pemicu kebosanannya masing-masing, dan cara menghilangkan kebosanan itu adalah dengan memiliki kesibukan lain di luar pekerjaan. "Saya tak mau bilang untuk hilangkan stres, kesannya drama banget."

Radityo berkelakar, dirinya tidak ingin meninggal dalam keadaan bekerja, tapi merasa tidak jadi masalah jika sedang melakukan hobi yang disukainya. Ia merasa hobi bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sehingga pekerjaannya lebih berkualitas. "Tinggal ada prioritas atau tidak. Kalau tak kenal prioritas, hasilnya jelek." BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya



Share:

Wednesday, March 7, 2018

Stunting, Satu Penyebabnya Gaya Hidup, Waspada yang Instan


TEMPO.CO, Jakarta - Stunting menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai lantaran masih banyak orang tua yang tak paham kebutuhan asupan gizi pada anak. Situs Judi Online

Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, pengajar dan peneliti Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB, menyampaikan intervensi gizi perlu dilakukan dalam bentuk edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama orang tua.

“Orang tua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik,” katanya di Jakarta.

Paling tidak, katanya, orang tua tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan. Pasalnya, banyak orang tua yang terpengaruh dengan iklan produk makanan anak yang terkadang menjanjikan hal yang berlebihan.

Berdasarkan catatan Bappenas, permasalahan gizi buruk menyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan.

Artinya, permasalahan stunting dan gizi buruk tidak hanya dialami masyarakat ekonomi lemah, namun juga masyarakat menengah ke atas.

Penyebabnya adalah pemahaman masyarakat yang salah terkait kebutuhan nutrisi anak.

WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20 persen atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita.

Di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek.

Ini juga yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah 16,9 persen dan terendah di Sumatra Utara dengan 7,2 persen. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting dari status awal 32,9 persen menjadi 28 persen pada 2019.

Untuk pengurangan angka stunting, pemerintah juga telah menetapkan 100 kabupaten prioritas yang akan ditangani di tahap awal, kemudian dilanjutkan 200 kabupaten lainnya. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Share:

Tuesday, March 6, 2018

Gaya Hidup Semu dan Diri Palsu


Ada ragam cara bagi anak muda untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Dari mulai menggunakan cara yang paling umum hingga cara paling berlebihan dan terkadang agak nyeleneh. Kesemuanya tak lain didorong atas nama kultur “kekinian” dan hasrat mobilitas sosial atas dirinya sendiri. Saya tidak hanya berbicara dan menyoroti sebuah kultur anak muda tetapi juga diri anak muda itu sendiri. Dan, itu yang akan menjadi titik fokus utama tulisan ini. Situs Judi Online

Kenyataan bahwa anak muda yang menahan lapar hanya untuk dapat menikmati sebuah kue kecil atau minuman segelas yang harganya selangit di tempat yang juga selangit hingga sulit terjamah kaum jelata hingga rela menggunakan berhutang kartu kredit untuk membeli barang yang secara fungsional bisa dibeli di ITC, pasar atau toko-toko kecil menyiratkan sebuah pola berpikir yang sulit dicerna.

Ada ungkapan sindiran yang sering kita lihat di banyak meme, salah satunya adalah “Lebih baik menggunakan dompet seharga satu dollar dan memiliki uang 99 dollar didalamnya dari pada sebaliknya” juga “Kita membeli barang yang tidak bisa kita beli untuk membuat kagum orang yang tidak kita suka”. Arti dari sindirian itu sebetulnya sederhana, kita dihimbau untuk lebih berhati-hati untuk tidak melakukan sesuatu yang sia-sia dengan uang kita. Sayangnya, kultur yang sedang dibuat oleh anak muda kantoran ini justru memaksa mereka untuk melakukan segala kesia-siaan itu.

Saya ingin memberikan sebuah refleksi sosial dari fenomena ini. Selalu ada makna di balik setiap tindakan sosial seorang individu. Dari gambaran aktivitas konsumtif  oleh anak muda membuat saya mulai berpikir bahwa mereka sebetulnya ingin mencoba mendefinisikan diri mereka sendiri dari pandangan orang lain.

Seorang sosiolog bernama Charles Horton Cooley (selanjutnya disebut Cooley) menjelaskan sebuah konsep jitu bernama Looking Glass Self. Penjelasan sederhana dari konsep ini adalah Aku adalah apa yang kamu pikirkan tentang diriku. Artinya, seseorang akan mendefinisikan identitas, self esteem dan juga segala hal yang berkaitan tentang dirinya sendiri dari sudut pandang orang lain. Dengan alur berpikir yang demikian, sampai kapanpun  sebetulnya ia akan sulit menjadi dirinya sendiri karena seringnya bergantung pada penilaian orang lain.

Penjelasan ini kemudian tersirat secara jelas dari apa yang telah dijelaskan di atas bahwa segala bentuk aktivitas hedonistik itu semata-mata dilakukan tidak lain untuk menemukan diri mereka sendiri. Sebagai contoh paling sederhana adalah memakai tas seharga ratusan juta hanya untuk dikira sebagai orang kaya. Makan di restoran mahal (yang saya ragu apakah ia sendiri menyukai makanan itu karena tidak semua makanan mahal rasanya enak) hanya agar orang berpikir bahwa dirinya ‘eksis’.

Implikasi utama dari perspektif Cooley yang seringkali dilupakan oleh para ‘eksmud’ ini adalah mereka sebenarnya sedang mengejar sesuatu yang semu. Pun, mereka mendapatkan yang mereka mau, tidak akan bertahan lama. Sesuatu yang tidak akan memberikan efek pijakan atas dirinya sendiri yang bersifat kokoh. Social climbing yang diimpikan akan terlalu rapuh. Mengapa? Karena target-target yang dituju hanya sesuatu yang bersifat sekelibat lupa.

Mereka menggunakan gadget terbaru, tas termahal, makan dan ngopi di tempat yang viewnya cocok dipasang di Instagram atau sekedar check in di sosial media lain hanya sekedar untuk mendapatkan perhatian dan penilaian sederhana, “Duh, jalan-jalan mulu nih” atau “Waah, keren banget sih tempatnya”. Atau bahkan sekedar untuk menginisiasi pandangan pribadi, “Saya eksis lho!”. Sepertinya, dengan biaya semahal itu, tentu saya tidak berniat mencobanya.

Yang klise adalah mereka tidak sepenuhnya tak sadar akan hal itu. Mereka sadar bahwa mereka harus mengeluarkan banyak uang dan rela menanggung lapar juga gengsi bahkan mereka wajib berstrategi supaya tidak ketahuan orang lain.

Hal ini meninggalkan pertanyaan untuk saya. Mengapa sejak awal para anak muda kantoran yang hanya sekedar ikut-ikutan trend atau memang berniat sekali mendapatkan promosi jabatan tidak membuat suatu karya saja yang tidak hanya membuat dirinya lebih fungsional, fair dalam mendapat prestise status sosial di tempat kerja dan juga sebagai pembuktian kepada diri sendiri juga di mata publik bahwa memang dirinya benar-benar seorang pekerja yang berkualitas dan berkompetensi tinggi?

Tanpa sadar, gaya hidup anak muda kaum urban yang seringkali mengimitasi gaya hidup kelas atas tidak hanya membuat sebuah struktur yang mendorong individu untuk keluar dari dirinya sendiri, menjauhinya dan kemudian memaksa mencarinya sendiri dari sudut pandang orang lain tetapi juga menggadaikan dan mengikis realitas kebenaran akan dirinya sendiri. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Share:

Monday, March 5, 2018

Pembayaran Mobile Jadi Gaya Hidup Baru


INFO BISNIS - Pengguna layanan jasa tol harus membiasakan diri bertransaksi nontunai. Sebab, di setiap gerbang tol, saat ini hanya menerima pembayaran via kartu yang dikeluarkan beberapa bank. Mau tidak mau hal ini akan membawa gaya hidup baru bagi masyarakat. Tidak perlu banyak menenteng duit tunai karena kartu pembayaran tol bisa dipakai untuk berbelanja di berbagai super market. Bahkan isi uang juga dapat disuntikkan ke ponsel sehingga membayar pun bisa lebih mobile. Situs Judi Online

Penelitian dari sebuah perusahaan riset Amerika Serika, Allied Market Research, tentang mobile payment ini menarik. Industri ini diperkirakan nilainya akan melambung menjadi US$ 3,39 biliun pada 2022. Menariknya pasar ini dipicu perkembangan di Asia Pasifik. Perusahaan ini memperkirakan sektor mobile payment akan tumbuh tahunan (CAGR) 33,4 persen dari 2016 ke 2002. Pertumbuhan ini dipimpin sistem berbasis pesan pendek atau (SMS) dan WAP, meski sudah banyak terminal NFC PoS (point of sale) serta kampanye besar-besaran tentang hal ini. Analisis yang digunakan dalam riset ini adalah teknologi yang digunakan dalam transaksi, aplikasi, dan geografi. Pasar tersegmentasi berdasarkan SMS, WAP, juga NFC. Tipe pembayaran mobile adalah mobile wallet atau bank card dan mobile money.

Sejumlah aplikasi penggunaan mobile payment, termasuk hiburan, energi, kesehatan, retail, transportasi, dan lain-lainnya. Sedangkan, dari sisi geografis, yang diteliti adalah Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada, juga Meksiko), Eropa (Inggris, Jerman, Swiss, dan negara Eropa lain), Asia-Pasifik (India, Cina, Jepang, dan negara Aspac lain) dan LAMEA (Latin America, Middle East, serta Afrika).

Model mobile payment yang lebih cost effective datang dari pabrikan smartphone. Apple mengenalkan Apple Pay dan Samsung merilis Samsung Pay. Apple Pay melayani sekitar 2 juta toko retail dan baru tersedia di Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada. Sedangkan sebaliknya di India dan Tiongkok service provider menyediakan pembayaran nontunai. Seperti Uber di India berkolaborasi dengan payment wallet Paytm untuk pemakaian mobile wallet. Atau, kalau kita menilik Indonesia, ada Go Pay yang menjadi mobile wallet bagi pengguna layanan Go-Jek.

Jadi tak usah heran bila kini karyawan di generasi milenial begitu bergantung pada smartphone. Selain sudah disediakan paket data operator, termasuk Indosat Ooredoo dengan biaya terjangkau, generasi ini sangat terbiasa bertransaksi dengan mobile wallet. Cukup isi saldo di Go-Jek, contohnya. Cukup lewat mobile banking atau internet banking, saldo terisi. Belanja barang atau memilih menu makan siang pun bisa semudah membalik telapak tangan. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Share:

Sunday, March 4, 2018

Gaya Hidup Para Pengacara Kawakan yang Bertabur Kemewahan


TEMPO.CO, Jakarta - Gaya hidup para pengacara kawakan menarik perhatian publik setelah pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memaparkan kegemarannya akan kemewahan. Salah satu pengacara yang juga kerap memamerkan mobil dan perhiasan mewahnya adalah Hotman Paris Hutapea. Situs Judi Online

ketika bertemu Tempo pada Selasa pekan lalu, Hotman tak segan memperlihatkan setelan jas berwarna marun dan sepatu berwarna senada yang dikenakannya saat itu. “Sepatu ini tidak ada di Indonesia. Kalau digosok, berwarna-warni ini,” katanya.

Hotman Paris juga mengenakan sejumlah cincin yang tampak mahal di jari-jemarinya. Ia memperlihatkan dasi yang dibelikan istrinya di salah satu toko termewah di London, Inggris. Bagi dia, penampilan adalah modal dalam pekerjaannya sebagai pengacara. “Saya takkan lepas dari tampilan profesional, kecuali akhir pekan.”

Hotman dikenal sebagai pengacara yang tak sungkan mempertontonkan kekayaannya melalui media sosial seperti Instagram. Masyarakat bisa melihat Hotman berpose bersama mobil-mobil mewah dan properti miliknya.

Kekayaan para pengacara menarik perhatian setelah pada November tahun lalu Najwa Shihab mewawancarai pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Dalam wawancara itu, Fredrich mengaku menyukai kemewahan dan sering bepergian ke luar negeri serta gemar menghabiskan uang ketika sedang pelesir.

Fredrich mengaku minimum bisa membelanjakan uang Rp 3-5 miliar ketika bepergian ke luar negeri. Ia juga mengaku membeli tas Hermes seharga Rp 1 miliar karena kegemarannya akan kemewahan.

Pengacara lain yang juga tak sungkan mempertontonkan kemewahan adalah Sunan Kalijaga. Melalui akun Instagram miliknya, beberapa kali Sunan memperlihatkan dirinya berpose bersama mobil-mobil mewah, seperti Range Rover, Mercedes-Benz, Chrysler 300, dan Jeep Wrangler Rubicon.

Soal jalan-jalan ke luar negeri, Hotman menyebutkan setidaknya dalam setahun bisa tiga kali ia pergi ke luar negeri bersama keluarga. Terlebih sejumlah anaknya pernah berkuliah di Inggris. “Pokoknya, tiap Natal, selalu berkumpul dengan keluarga.”

Selain Inggris, ia sering berkunjung ke Paris, Las Vegas, Istanbul, dan Monako. Namun, setelah 20 tahun berkeliling ke pelbagai penjuru dunia, Hotman mengaku sudah tak ingin berlibur ke luar negeri. Ia merasa sudah lelah bepergian jauh. Hotman kini lebih memilih berlibur ke dalam negeri, tepatnya ke Bali. Di sana, ia juga mendirikan sejumlah tempat peristirahatan, dan ia mengaku sudah mulai bosan tinggal di Jakarta. “Apa lagi yang saya cari. Di sana (Bali) tenang.”

Berbeda dengan Hotman, pengacara Elza Syarief tidak menyukai penampilan yang gemerlap. Ia menuturkan, didikan sang ayah membuat dirinya berpenampilan seperti sekarang. Meski dulu ia mengakui mengoleksi banyak sekali blazer, kini baginya yang terpenting dalam berpakaian adalah kenyamanan. “Jakarta tambah panas, saya tak bisa lagi pakai blazer,” katanya kepada Tempo, Senin lalu.

Begitu pun soal berlibur. Ia mengaku tidak menikmati mengikuti tur paket wisata. Ia lebih memilih berlibur yang memuat konten pekerjaannya di dalamnya. Misalnya, ketika mengikuti konferensi di Harvard atau Oxford, Elza biasa berjalan-jalan di daerah sekitar. “Saya suka liburan di mana otak saya juga terisi,” ucap Elza.

Elza menuturkan, uangnya banyak dihabiskan untuk berinvestasi di sejumlah sektor usaha. Ia sudah lama memulai usaha cuci turbin bersama dua saudaranya. Kini, usahanya merambah ke sektor pertambangan batu bara, zeolit, dan andesit di Sumatera serta Kalimantan. Ia juga memiliki perkebunan sawit di Lampung dan Kalimantan.

Elza menjelaskan, beberapa asetnya berasal dari klien yang tidak memiliki uang tunai untuk membayar jasanya. Dengan demikian, terkadang upahnya dibayarkan dalam bentuk sebidang tanah. Ia merasa tidak ada masalah dengan skema tersebut karena nantinya akan membuka banyak lapangan kerja baru dan bisa membuat dirinya berkontribusi untuk Indonesia. “Dari situ saya memiliki banyak investasi akhirnya.”

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia, Otto Hasibuan, mengatakan gaya hidup mewah tidak salah. Ia berujar dirinya juga memiliki kemampuan untuk bergaya hidup mewah, namun bukan itu yang menjadi andalan pengacara. Pengacara dipandang karena kejujuran, kualitas saat menangani klien, dan integritasnya.

Otto mengungkapkan, dirinya juga memiliki Ferrari, namun enggan mempertontonkannya kepada publik. Lagi pula mobil itu sudah dilungsurkan kepada anaknya. Ia takut membuat orang terganggu jika mempertontonkan kemewahan. “Orang yang tak punya bisa jengkel. Anda punya harta, nikmati saja,” tuturnya kepada Tempo, Senin lalu.

Meski enggan menyebutkan kekayaannya, Otto tidak membantah rutin berlibur ke luar negeri sebanyak empat kali setahun. Biasanya, liburan dilakukan pada saat libur Idul Fitri, Natal, bulan April-Mei, dan September. Libur Lebaran dan Natal dilakukannya bersama seluruh anggota keluarga, sedangkan libur April-Mei dan September dilakukan berdua dengan istrinya.

Otto berpesan kepada pengacara muda agar jangan berpikir tentang uang lebih dulu. Ia menekankan bahwa sukses pengacara tidak diukur dari hartanya. “Karena, jika ingin kaya, lebih baik menjadi pengusaha.” Ia meminta kepada pengacara muda untuk magang di kantor-kantor hukum besar agar bisa mendapatkan jejaring yang luas dan pengalaman dalam menangani perkara.

Otto melihat banyak pengacara muda mengagumi gaya hidup pengacara senior dan ingin cepat-cepat menyamai kemewahan tersebut. Kini, ia sedang berkampanye ke pengacara-pengacara muda supaya tidak mengukur sukses dari harta, melainkan dari cara mereka menyelesaikan perkara. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya





Share:

Saturday, March 3, 2018

Hidup Sehat ala Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair


TEMPO.CO, Jakarta - Bunga Citra Lestari mulai mengubah gaya hidupnya sejak menikah dengan Ashraf Sinclair. Menurut Bunga, salah satu kebiasaan sehat yang jarang sekali ia lakukan sebelum menjadi istri Ashraf adalah sarapan. Situs Judi Online

"Saya dulu sudah biasa melewatkan sarapan," kata Bunga saat peluncuran biskuit belVita Breakfast di The Hermitage Menteng, Jakarta Pusat. BCL menjelaskan, kealpaannya sarapan paling sering terjadi lantaran tiada waktu karena sibuk.

"Masa muda aku bisa dibilang lebih cuek," ujar Bunga. "Tapi, setelah menikah dengan Ashraf, aku melihat dia punya gaya hidup sehat dan lebih teratur."

Kini, BCL mulai menjalani hidup sehat dengan rutin sarapan. Aktris yang berperan sebagai Diana dalam film My Stupid Bos ini banyak belajar dari suaminya. "Aku jadi mengerti kalau sarapan itu enggak boleh di-skip," ucap wanita yang kerap disapa Unge ini.

Kebiasaan ini pun diturunkan kepada buah hatinya, Noah. "Dia (Noah) suka sarapan kayak bapaknya. Bangun pagi untuk sarapan karena memang yang dia tahu kegiatan setiap pagi yang dilakukan ibu-bapaknya seperti itu," tuturnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ashraf mengatakan sarapan memang kegiatan yang sangat mudah dan sering dilewatkan sehingga sebisa mungkin kebiasaan ini harus diubah. "Apa pun sarapan kita, mau nasi atau buah, yang penting bernutrisi seimbang untuk menjalani hari dengan baik," ujar Ashraf. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya



Share:

Friday, March 2, 2018

Agar Hidup Sehat, 7 Kebiasaan Ini Perlu Kamu Kembangkan


TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh wanita memiliki kebutuhan khusus, dan ini berlaku untuk kesehatan mereka secara keseluruhan. Ada kebiasaan tertentu yang perlu dikembangkan setiap wanita untuk gaya hidup sehat, baik itu secara fisik maupun mental. Situs Judi Online

Tidak cukup dengan hanya berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat saja. Agar gaya hidup sehat bisa tercapai, wanita sebaiknya mengembangkan kebiasaan berikut dalam keseharian mereka:

1. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Karena wanita cenderung memikirkan atau mengurus kebutuhan orang lain sebelum dirinya sendiri, memiliki “me time” perlu dilakukan untuk kesehatan mental. Anda perlu duduk dan menikmati waktu untuk diri sendiri untuk membantu Anda tetap sehat dan merasa utuh.

2. Sosialisasi

Bahkan wanita introvert perlu berbicara dengan seseorang. Itu cara terbaik untuk melepaskan emosi terpendam dan mendapatkan dukungan dari orang lain.

3. Berolahraga sesuai gaya Anda

Olahraga dapat mengeluarkan stres yang terpendam. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang membutuhkan olahraga yang menyenangkan untuk menyeimbangkan emosi dan nada tubuh mereka.

4. Dapatkan tidur berkualitas

Ada banyak kondisi yang membuat wanita sulit mendapatkan tidur malam yang baik. Tidur adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan, maka usahakanlah tidur yang berkualitas.

5. Sarapan yang baik

Makan sarapan yang sehat meningkatkan metabolisme. Menurut sebuah penelitian, hampir 80 persen dari mereka yang mempertahankan 30-pound berat badan dalam waktu satu tahun makan sarapan segera setelah mereka bangun setiap pagi.

Sarapan juga menyediakan nutrisi dan energi yang Anda butuhkan untuk terus selama hari sibuk Anda.

6. Minum banyak air

Jumlah air yang dibutuhkan tergantung pada ukuran tubuhnya, tetapi sebagai aturan umum, wanita harus minum setengah dari berat badan mereka setiap harinya. Hidrasi ekstra membantu untuk menambah kelembaban pada kulit dan rambut, yang merevitalisasi penampilan.

7. Mengelola rasa lapar

Wanita lebih sulit menjaga diri dari camilan dibanding pria. Sebagian besar itu adalah karena pengalaman mengidam wanita. Ngidam inilah yang menyebabkan peningkatan kenyamanan makan dan kelebihan berat badan. wanita sehat belajar untuk mengelola keinginan ini, meningkatkan asupan makanan nutrisi, dan mengurangi asupan gula, makanan yang tidak sehat. BANDAR POKER ONLINE




BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Share:

POPULAR POST

SATUQQ

Powered by Blogger.

Blog Archive

Definition List